TIMES MAGETAN – Ketua DPC GMNI Magetan, Jawa Timur, Ahmad Nashihin mengecam keras tragedi yang menimpa seorang pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi kericuhan unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini adalah luka mendalam bagi rakyat, sekaligus bukti nyata bahwa aparat yang seharusnya menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, justru berubah menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan warga sipil.
“Polri dibentuk untuk menegakkan hukum, menjaga keamanan, dan melindungi rakyat. Namun, ketika aparat justru menggunakan kekuasaan dan senjatanya untuk melukai rakyat, maka itu bukan hanya pelanggaran kemanusiaan, melainkan juga bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi dan amanat reformasi,” ujarnya saat ditemui TIMES Indonesia, Minggu (31/8/2025).
Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan terhadap rakyat tidak bisa ditoleransi dengan alasan apapun, sebab rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi bangsa ini.
Atas kejadian tersebut, DPC GMNI Magetan dengan tegas menyatakan sikap:
1. Menuntut dilakukannya investigasi independen, transparan, dan akuntabel terhadap kasus meninggalnya pengemudi ojek online tersebut.
2. Mendesak penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap aparat yang terbukti bersalah, sebab hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
3. Menyerukan dilakukannya reformasi struktural di tubuh Polri, agar kepolisian benar-benar kembali ke jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan rakyat.
4. Mengajak seluruh elemen bangsa, baik mahasiswa, buruh, petani, maupun rakyat kecil, untuk bersatu melawan segala bentuk penindasan dan kekerasan aparat terhadap rakyat.
DPC GMNI Magetan berdiri tegak bersama rakyat. Kami tidak akan pernah tinggal diam melihat kekuasaan digunakan untuk menindas. Tragedi ini harus menjadi titik balik bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, dan kemanusiaan.
“Darah rakyat tidak boleh ditumpahkan sia-sia, dan suara rakyat tidak boleh dibungkam oleh arogansi kekuasaan,” kata Ketua DPC GMNI Magetan. (*)
Pewarta | : Aditya Candra |
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |