Dies Natalis ke-72, GMNI Magetan Teguhkan Komitmen Ideologi Lewat Spirit Gotong Royong
Rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran dan halal bihalal ini menjadi ruang temu lintas kader dan alumni untuk mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan organisasi.
MAGETAN – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Dies Natalis ke-72 di markas perjuangan GMNI Magetan Desa Ngujung Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu, (5/4/2026).
Rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk tasyakuran dan halal bihalal ini menjadi ruang temu lintas kader dan alumni untuk mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan organisasi.
Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars GMNI serta Hymne GMNI.
Suasana semakin khusyuk dengan doa bersama sebelum kemudian memasuki sesi sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua DPK, Ketua DPC hingga alumni.
Kegiatan juga diisi dengan sharing session bersama alumni yang memberikan refleksi dan motivasi bagi kader, serta dilanjutkan dengan momentum halal bihalal sebagai bentuk saling memaafkan.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi, Diskusi ringan antar kader dan alumni turut menjadi penutup yang menghangatkan suasana sebelum acara resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB.
Ketua Komisariat DPK GMNI Unesa 5, Hernanda Fahrul,menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-72 ini menjadi momentum mempererat kebersamaan dan meneguhkan kembali komitmen ideologis kader, dengan semangat satu dalam hati dan teguh dalam Ideologi.
“Dengan harapan seluruh kader tetap solid dan konsisten dalam perjuangan.” Ujarnya.
Dies Natalis GMNI ke-72 yang mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945” menjadi penguat arah gerak organisasi dalam menjawab tantangan zaman sekaligus meneguhkan kembali semangat kolektivitas kader.
“Menjadi refleksi arah perjuangan organisasi ini. Momentum ini menjadi penting bagi GMNI dalam memperkuat komitmen ideologis sebagai organisasi kader yang berlandaskan ajaran Marhaenisme.” harap Alumni GMNI, Noviano Suyide.
Para kader GMNI diharapkan mampu menegaskan perannya dalam mendorong implementasi nilai-nilai konstitusi, baik melalui peran strategis di ruang akademik maupun keterlibatan aktif dalam dinamika sosial kemasyarakatan.
“Khususnya Pasal 33 yang menitikberatkan pada kesejahteraan rakyat, sebagai landasan utama dalam setiap gerakan dan pengabdian,” pungkas alumni yang juga menjabat sebagai ketua KPU Kabupaten Magetan tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

