Banjir Magetan Rusak Jalan, DPRD Jatim Soroti Drainase Tersumbat
Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Sasa saat mengecek kondisi banjir di Magetan. (Foto: Diana Sasa for TIMES Indonesia)

Banjir Magetan Rusak Jalan, DPRD Jatim Soroti Drainase Tersumbat

Banjir akibat hujan deras di Magetan merusak infrastruktur jalan. DPRD Jatim menemukan drainase tersumbat lumpur dan mendesak evaluasi total sistem drainase.

TIMES Magetan,Minggu 5 April 2026, 03:53 WIB
114
A
Aditya Candra

MAGETANHujan deras yang mengguyur Kabupaten Magetan, Sabtu malam (4/4/2026), memicu banjir di sejumlah titik dan menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan.

Di perempatan Pasar Sayur, debit air tinggi terpantau meluap dari lubang inlet drainase. Air tidak tertampung di saluran bawah tanah dan meluber ke badan jalan dengan arus cukup deras.

Kondisi lebih parah terlihat di perempatan lampu merah dekat SMPN 4 Magetan. Luapan air dari area persawahan di sisi barat merendam fasilitas umum, seperti TK Aisyiyah dan masjid, serta mulai merusak badan jalan.

Kondisi  ini mendapat perhatian Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, yang turun langsung meninjau lokasi..

“Aspal sampai mengelupas. Ini bukan genangan biasa, tetapi sudah merusak jalan. Arus airnya sangat kencang,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga melakukan pengaturan lalu lintas secara darurat dengan mengalihkan kendaraan ke jalur yang lebih aman.

Titik krusial ditemukan di Jalan Diponegoro. Hasil pengecekan pada bak kontrol drainase menunjukkan adanya endapan lumpur tebal yang menghambat aliran air, sehingga menyebabkan luapan ke permukaan jalan.

“Di Jalan Diponegoro, setelah dibuka ternyata drainasenya tersumbat endapan lumpur. Ini yang membuat air tidak mengalir dan akhirnya meluap. Artinya, pemeliharaan tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area Pondok Az Zahro, yang menunjukkan aliran air cukup besar menuju kawasan lebih rendah dan kembali meluap.

“Di situ debit airnya sangat besar, kemudian turun ke bawah dan meluap lagi,” ungkapnya.

Meski genangan air relatif cepat surut setelah hujan reda, Diana menilai persoalan ini bersifat berulang dan memerlukan penanganan menyeluruh.

“Memang airnya cepat surut, tetapi jika dibiarkan akan terus berulang dan berpotensi semakin merusak jalan, mengganggu aktivitas warga, serta membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, termasuk penghitungan kapasitas saluran dan pemetaan titik limpasan air.

“Ini bukan kejadian pertama. Artinya ada masalah serius. Kapasitas drainase harus dihitung ulang, saluran dibersihkan secara rutin, dan titik limpasan dipetakan dengan akurat,” jelasnya.

Diana juga meminta perbaikan segera pada jalan yang rusak akibat banjir. “Kita tidak bisa menunggu. Ini menyangkut keselamatan warga, sehingga perlu tindakan cepat dan nyata,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Aditya Candra
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magetan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.