PDIP Tegur Keras Pemkab Magetan Usai Banjir dan Longsor
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa. (Foto: Diana Sasa for TIMES Indonesia)

PDIP Tegur Keras Pemkab Magetan Usai Banjir dan Longsor

Hujan deras picu banjir dan longsor di Magetan. Ketua DPC PDIP Diana Sasa memberi warning keras, mendesak audit drainase, normalisasi saluran, dan pengawasan ketat anggaran bencana.

TIMES Magetan,Rabu 4 Maret 2026, 10:15 WIB
69
A
Aditya Candra

MAGETANHujan deras yang mengguyur wilayah Magetan pada Selasa (3/3/2026), mengakibatkan banjir di enam titik serta musibah tanah longsor. Menanggapi situasi darurat ini, Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Magetan Diana Sasa, melayangkan peringatan keras (warning) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan untuk segera melakukan langkah konkret.

Diana menegaskan bahwa bencana yang melanda kawasan Ngariboyo, Selosari, hingga area SMKN 2 Magetan tersebut tidak boleh dianggap sebagai siklus musiman biasa. Menurutnya, luapan air yang terjadi dalam waktu singkat adalah sinyal merah adanya kegagalan sistem drainase dan pengelolaan aliran air.

“Kalau hujan beberapa jam saja sudah menyebabkan luapan di banyak titik, artinya ada persoalan struktural. Ini bukan hanya soal cuaca, tetapi juga soal perencanaan, pemeliharaan, dan pengawasan,” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Rabu (4/3/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini meminta Pemkab melalui BPBD dan Dinas PUPR Magetan untuk tidak sekadar "pemadam kebakaran". Ia mendesak adanya audit menyeluruh terhadap sistem irigasi, sedimentasi saluran, hingga titik rawan longsor di wilayah pegunungan.

Prioritas utama yang disorot adalah normalisasi saluran yang tersumbat serta perbaikan talud sebelum intensitas hujan semakin meningkat di puncak musim penghujan ini.

Tak sekadar memberi imbauan moral, Diana Sasa memastikan bahwa PDIP akan mengambil langkah politik melalui jalur legislatif. Ia menginstruksikan Fraksi PDIP di DPRD Magetan untuk memperketat fungsi pengawasan, terutama menyangkut transparansi anggaran bencana.

“Saya akan minta fraksi memastikan dana-dana yang dialokasikan untuk urusan kebencanaan dan pembangunan infrastruktur benar-benar tepat sasaran. Pengawasan terhadap kinerja mitra komisi pembangunan harus diperketat. Kita tidak ingin ada anggaran yang besar di atas kertas, tetapi dampaknya tidak terasa di lapangan,” tegasnya.

Bagi Diana, akuntabilitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah kunci agar keselamatan warga Magetan terjamin dan tidak menjadi korban dari pembangunan yang tidak efektif.

Di sisi lain, Diana juga menitipkan pesan kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mitigasi bencana. Kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan saluran air menjadi faktor penentu efektivitas drainase kota.

“Kami mengajak warga tidak membuang sampah ke saluran air. Banyak kejadian luapan terjadi karena penyumbatan. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.

Ia juga meminta warga di wilayah lereng perbukitan untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

“Pemerintah harus bergerak cepat dan serius. Masyarakat juga harus peduli. Jangan sampai setiap musim hujan kita hanya mengulang kejadian yang sama tanpa pembenahan nyata,” kata Diana Sasa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Aditya Candra
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magetan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.