Anggota DPR RI Riyono Caping Tegas Tolak Wacana Impor Telur
Anggota DPR RI Komisi IV, Riyono Caping. (Foto: Aditya Candra/TIMES Indonesia)

Anggota DPR RI Riyono Caping Tegas Tolak Wacana Impor Telur

Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping menegaskan komitmennya untuk melindungi peternak lokal dari ancaman impor dan dominasi pemodal asing.

TIMES Magetan,Kamis 7 Mei 2026, 12:18 WIB
187
A
Aditya Candra

MAGETANMelimpahnya stok telur ayam secara nasional mulai berdampak pada stabilitas usaha peternak di daerah, termasuk di Kabupaten Magetan. Menyikapi keluhan para peternak yang kesulitan memasarkan produknya, Anggota Komisi IV DPR RI Riyono Caping menegaskan komitmennya untuk melindungi peternak lokal dari ancaman impor dan dominasi pemodal asing.

Riyono mengungkapkan bahwa sektor legislatif akan terus berpihak pada rakyat, terutama para peternak ayam petelur yang baru-baru ini melakukan aksi pembagian telur gratis sebagai bentuk protes. Saat ini, ketersediaan telur di tingkat nasional sangat melimpah.

"Di tiga bulan terakhir ini harga sebenarnya cukup bagus di angka Rp26.000 per kg. Namun, sempat turun ke Rp21.000 - Rp22.000 karena munculnya isu impor telur dan rencana hilirisasi besar-besaran yang melibatkan pemodal asing," ujar Riyono, saat ditemui TIMES Indonesia di Joglo Semar, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (7/05/2026).

Untuk mengatasi masalah penyerapan, Riyono mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi solusi utama. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Peternakan, pemerintah provinsi, hingga tingkat kabupaten untuk menghubungkan pengusaha program MBG langsung dengan peternak lokal.

  • Kewajiban Serap: Pengusaha lokal maupun asosiasi wajib menyerap telur dari peternak di daerah masing-masing untuk kepentingan usaha atau program pemerintah.
  • Distribusi: Perbaikan jalur distribusi untuk memastikan stok yang surplus dapat terserap sepenuhnya di pasar domestik.

Terkait isu masuknya pemodal asing dalam industri hilirisasi telur, Riyono memberikan peringatan keras. Menurutnya, selama produksi dalam negeri masih mengalami surplus, keterlibatan pihak asing tidak diperlukan dan justru akan mematikan usaha rakyat.

"Kita utamakan peternak lokal dan penyerapan dalam negeri. Jika ada pemodal asing masuk saat kita sedang surplus, kami akan panggil menterinya untuk verifikasi. Kita tidak butuh mereka, cukup dari peternak kita sendiri," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Aditya Candra
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magetan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.