Libur Lebaran, Pemkab Magetan Imbau Sekolah Bersolek dan Orang Tua Perketat Pantau Gawai
Sejumlah poin krusial ditegaskan pemerintah daerah untuk menjamin keamanan lingkungan sekolah dan kualitas kegiatan siswa di rumah.
MAGETAN – Menyikapi durasi libur lebaran Idul Fitri yang cukup panjang tahun ini, Pemerintah Kabupaten Magetan (Pemkab Magetan) melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) mengambil langkah preventif.
Melalui pertemuan strategis bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), sejumlah poin krusial ditegaskan untuk menjamin keamanan lingkungan sekolah dan kualitas kegiatan siswa di rumah.
Sekolah Diminta 'Bersolek' Sambut Pemudik
Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, menekankan pentingnya estetika dan kebersihan lingkungan sekolah selama masa mudik.
Menurutnya, sekolah seringkali menjadi destinasi emosional bagi para perantau yang ingin bernostalgia. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan pihak sekolah untuk menjaga kebersihan.
"Biasanya, para pemudik ingin melihat kembali sekolah asal mereka dan membandingkan perkembangannya saat ini. Kondisi sekolah yang rapi mencerminkan citra pendidikan kita," ujar Suhardi kepada TIMES Indonesia.
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Selain aspek estetika, faktor keamanan fisik bangunan sekolah juga menjadi prioritas. Mengingat cuaca ekstrem atau bencana hidrometeorologi yang masih mengintai wilayah Magetan, Suhardi meminta pihak sekolah melakukan mitigasi risiko secara mandiri.
"Pohon-pohon yang sudah rimbun atau berisiko tumbang harus segera dirapikan. Ini penting agar sarana prasarana sekolah tetap aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar selama ditinggal libur," tambahnya.
Sinergi Orang Tua: Larangan Petasan hingga Kontrol Gadget
Poin paling mendasar dalam instruksi ini adalah pengawasan terhadap perilaku siswa selama di rumah. Dikpora Magetan telah bersepakat dengan para kepala sekolah untuk membangun koordinasi intensif dengan orang tua siswa.
Ada tiga hal utama yang menjadi sorotan:
-
Larangan Bermain Petasan: Demi keselamatan dan ketertiban umum.
-
Aksi Konvoi: Mencegah keterlibatan siswa dalam kerumunan bermotor yang berisiko kecelakaan.
-
Literasi Digital: Orang tua diminta memastikan momen Lebaran tidak habis hanya untuk bermain game di ponsel.
"Kami titipkan pengawasan kepada orang tua. Jangan sampai esensi Idul Fitri hilang karena anak-anak terlalu asyik dengan gadget-nya. Momen ini seharusnya digunakan untuk bersosialisasi dan mempererat silaturahmi keluarga," pungkas Suhardi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

