Kecewa Satgas MBG Diabaikan, Sekda Magetan: Keselamatan Warga Prioritas Utama
Sekda Magetan sekaligus Ketua Satgas MBG, Welly Kristanto, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola komunikasi BGN dan SPPG di lapangan.
MAGETAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur diwarnai kendala koordinasi yang cukup serius.
Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan sekaligus Ketua Satgas MBG, Welly Kristanto, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola komunikasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.
Welly menyebut bahwa posisi Satgas MBG tingkat kabupaten seolah tidak dianggap dalam struktur pelaporan, terutama saat terjadi kendala teknis di masyarakat.
Menurut Welly, koordinasi dengan koordinator wilayah BGN selama ini tergolong sulit. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah ketiadaan tembusan laporan dari SPPG kepada Satgas ketika muncul permasalahan di lapangan.
"Saya merasakan Satgas ini seperti tidak dianggap," ujar Welly kepada TIMES Indonesia, Jumat (13/3/2026).
"Laporan yang dibuat oleh SPPG itu tidak ada tembusan ke Satgas. Padahal, pemerintah pusat mengharuskan adanya Satgas di setiap jenjang, mulai dari kabupaten hingga provinsi," imbuhnya.
Ia mencontohkan kejadian terbaru di Kecamatan Lembeyan. Meski Satgas berupaya proaktif menjalin komunikasi dengan BGN, namun format pelaporan dari SPPG tidak diarahkan untuk menginformasikan Satgas secara resmi.
Meskipun merasa diabaikan secara administratif, Welly menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Magetan tidak akan tinggal diam.
Ia memastikan pemerintah tetap hadir untuk menampung seluruh keluhan masyarakat, mengingat penerima manfaat program MBG adalah warga Magetan.
"Masyarakat bisa mengeluh ke Satgas atau ke pemerintah. Kami tetap akan menyampaikan keluhan itu ke Korwil BGN. Bagi kami, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi, apalagi jika menyangkut risiko keracunan atau kesehatan," tegasnya.
Welly menyayangkan adanya ketimpangan antara tuntutan pemerintah pusat dengan realitas di daerah, di mana peran Satgas lokal sering kali terpinggirkan dalam operasional harian program.
“Kita (Satgas Daerah) itu tidak dianggap tapi kita dituntut pemerintah pusat,” Kata Ketua Satgas MBG Magetan, Welly Kristanto. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

